Tandaseru — Sejak tahun 2017 bangunan Museum Perang Dunia ll di kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, dibiarkan terbengkalai dan tak berfungsi.

Bangunan itu terletak di desa Juanga, kecamatan Morotai Selatan, yang dibangunan bupati Rusli Sibua pada periode pertama kepemimpinannya. Museum itu diresmikan tahun 2012 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Kurang lebih 8 tahun bangunan museum yang menampung peninggalan sejarah Perang Dunia II itu tak terurus. Akibatnya, atap bangunan bocor, tak ada alirann listrik, fasilitas hancur dan dikepung semak belukar.

Ketika Rusli Sibua kembali memimpin Pulau Morotai bersama Rio Christian Pawane tahun ini, keduanya memutuskan kembali merehabilitasi Museum Perang Dunia II.

Pengawas bangunan Museum PD II, Jhon Stebi, kepada tandaseru.com menyampaikan museum ini sudah sangat lama tidak diurus. Baru di masa pemerintahan Rio-Rusli keberadaannya kembali diperhatikan.

“Jadi rehabilitasi bangunan museum ini kita pake cat NoDrop semua, kemudian atap bangunan kita ganti juga, karena kondisinya seperti triplek hancur dan seng bocor tidak layak lagi sejak bertahun-tahun,” ungkapnya, Kamis (9/10/2025).

Sekadar diketahui, rehabilitasi proyek bangunan Museum Perang Dunia Dua ini dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan anggaran Rp 563.586.102,88 yang bersumber dari DAK 2025. Proyek dikerjakan CV Yama Moto.

Sahril Abdullah
Editor
Irjan Rahaguna
Reporter